RSS

Empos Gigi Hilangkan Nyeri

12 Mar

(Foto: Getty Image)

Daripada sakit hati…
Lebih baik sakit gigi ini…

Pedangdut Meggy Z menyanyikan lagu tersebut untuk menggambarkan rasa sakit di hati yang melebihi sakit gigi. Namun jika boleh memilih, lebih baik tidak sakit hati dan juga sakit gigi karena kenyataannya, keduanya sama-sama tidak mengenakan. Sakit gigi bisa mengganggu aktifitas dan mempengaruhi kesehatan tubuh.

Berbagai macam cara bisa dilakukan untuk mengobati sakit gigi, baik cara tradisional ataupun secara medis. Di Bogor, terdapat pengobatan tradisional yang menarik untuk dicoba. Terdorong rasa penasaran, saya pun mengunjunginya dan merasakan sendiri khasiatnya.

Sekitar lima menit menyusuri gang sempit berbelok-belok, tidak sulit menemukan kediaman ibu Mimi. Warga sekitar tak ada yang tak mengenalnya, ahli pengobatan alternatif sakit gigi. Jika bertanya, orang-orang akan berbaik hati menunjukkan jalan menuju rumahnya.

Saya tiba di sebuah rumah kecil sederhana bercat pink pucat, suami bu Mimi menjawab salam dengan ramah dan mempersilakan masuk. Dalam ruangan berlantai semen, saya duduk di sofa usang sementara menunggu bu Mimi yang sedang berada diluar rumah dipanggilkan oleh suaminya. Beberapa menit kemudian bu Mimi datang menghampiri saya, setelah berkenalan dan bincang-bincang sebentar tentang keluhan sakit gigi, pengobatan segera dimulai. Beliau meminta saya duduk di selembar tikar, berhadapan dengan sebuah meja kayu kecil bertaplak batik. Di atas meja itu suaminya telah menyiapkan benda-benda keperluan pengobatan yang tergolong unik. Sayang saya tidak mendokumentasikannya dalam bentuk foto guna melengkapi deskripsi peralatan tersebut. Terdapat sebuah nampan kaleng ukuran sedang berisi sedikit air, di tengahnya diletakkan kayu berbentuk kubus kecil untuk menaruh lempengan besi panas. Di sebelah nampan ada juga gelas kecil berisi minyak goreng dan wadah berisi biji terong yang dikeringkan. Benda terakhir yang paling menarik, yaitu batok kelapa yang diplitur warna hitam. Pada salah satu sisi batok ada lubang yang ditempelkan bambu kecil berfungsi seperti sedotan berdiameter kira-kira 1 cm dan panjang sekitar 25 cm. Inilah alat yang dinamakan emposan, oleh karenanya pengobatan ini disebut dengan cara diempos. Cara ini mengadaptasi proses pematangan buah melalui pengasapan. Dalam bahasa sunda, diempos atau mengempos berarti memasukan asap hasil pembakaran kedalam suatu wadah berisi buah-buahan mentah dan menyekapnya rapat, dengan begitu hawa hangat yang dihasilkan asap akan cepat mematangkan buah.

Mengempos untuk mengobati sakit gigi sedikit berbeda. Bu Mimi menaruh lempengan besi panas seukuran 4×3 cm yang sudah dibakar pada balok kayu kecil di tengah nampan kaleng berisi air. Sedikit minyak goreng dituangkan pada lempengan besi, diatasnya diberikan taburan biji terong secukupnya lalu bu Mimi menutupnya dengan batok kelapa. Pasien kemudian harus menghisap asap hasil pembakaran biji terong melalui sedotan bambu pada batok tersebut. Seperti menghisap rokok, namun pasien tidak boleh melepaskan mulutnya dari sedotan kayu tersebut. Asap yang terkumpul sejenak di rongga mulut memberikan rasa hangat dan akan mematikan kuman penyebab sakit gigi. Kemudian asap tersebut dihembuskan kembali ke dalam batok secara perlahan, ketika penghembusan itu kuman gigi yang telah mati keluar melalui batok dan mengambang pada air nampan. Meski sudah pernah mendengar sebelumnya, tetap saja saya merasa geli menyaksikan kuman gigi berbentuk ulat kecil berwarna putih seperti parutan kelapa. Proses menghisap dan menghembuskan ini dilakukan 4 kali hingga mulut pasien bersih dari kuman. Setelah itu bu Mimi memberikan segelas air putih matang untuk berkumur sebanyak 2 kali dan sisanya kemudian diminum. Tak lupa memberikan pantangan agar tidak mengonsumsi daging, buah dan yang mengandung gula selama 5 hari.

Praktek pengobatan ini sudah berlangsung turun temurun cukup lama. Bu Mimi lah yang kini melanjutkan cara tradisional ini semenjak ibundanya terkena katarak dan harus berhenti mengobati pasien. Suami bu Mimi menjelaskan tidak sembarang orang bisa melakukan pengobatan ini. “Cara (pengobatan) memang bisa dipelajari kecuali ketika membuat air doa untuk minum dan berkumur itu. Hanya orang-orang tertentu saja (yang bisa) karena ada rahasianya, saya sendiri tidak tahu. Jadi meski sama-sama tahu (caranya), namun faktor air doa itu menentukan ilmu tersebut pada akhirnya hanya bisa diturunkan ke istri saya,” ujarnya. Ia pun menambahkan biji terong yang digunakan untuk menghasilkan asap berasal dari terong pilihan yang jarang ditemui. “Jika jenis terongnya berbeda, akan mengurangi khasiat pengobatannya,” imbuhnya.

Meski tidak memasang plang resmi, namun sangat mudah mengetahui keberadaan praktek pengobatan ini. Pasien yang datang tak hanya dari wilayah Bogor, ada juga yang berasal dari Cianjur, Tasikmalaya, Garut dan lain-lain. Rata-rata mereka bisa sampai ke tempat ini karena informasi dari orang-orang yang sudah pernah berobat. Promosi dari mulut ke mulut ini menambah panjang catatan jumlah pasien yang berobat, namun bu Mimi tidak berminat untuk membuka praktek secara resmi. Bahkan ia tidak memasang tarif untuk setiap pasien yang datang, besarnya bayaran tergantung kehendak pasien mau memberinya berapa saja, sejak dulu niatnya hanya untuk menolong orang.

Bu Mimi mewanti-wanti agar setiap pasiennya mematuhi pantangan selama 5 hari. Banyak diantara pasien yang melanggar harus merasakan nyeri pada gigi lebih sakit dari sebelumnya dan kembali datang untuk pengobatan ulang. Menurutnya, jika pasien patuh, pengobatan cukup dilakukan sekali saja. Karena sepulang berobat rasa sakit gigi hilang dalam jangka waktu yang sangat lama, bisa sampai 9 tahunan. Lebih lanjut beliau menegaskan hanya bisa mengobati rasa sakit gigi sehingga meminimalisir konsumsi obat penghilang nyeri oleh pasien. Pengobatannya hanya mematikan dan membersihkan gigi dari kuman yang mengerogoti dari dalam dan menimbulkan sakit pada gigi, bukan mencabut atau memperbaiki gigi yang rusak. Untuk hal ini bu Mimi tetap menyarankan pergi ke dokter medis.

Tertarik berobat? anda bisa datang ke rumah bu Mimi di daerah Cimanggu Bharata, gang Kemboja, Bogor. Tidak ada jam praktek, pasien bisa berkunjung kapan saja.

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 12, 2009 in FYI

 

Tag: , ,

8 responses to “Empos Gigi Hilangkan Nyeri

  1. mochin

    Juni 14, 2010 at 3:14 am

    ikut nimbrung gan,,, saya jg pernah melakukan hal serupa, dan itu benar-benar terbukti sampai sekarang sakit pada gigi berlubang saya sembuh total sudah 5 tahun ga terasa lagi,,,,
    kalo boleh tau, jenis terongnya apaan gan?

    Suka

     
  2. nisbroth

    Februari 18, 2011 at 11:27 am

    @mochin: wah, benar jg jenis terongnya apa ya? maaf sy tdk tahu gan 🙂 menyesal sy kurang menggali informasi soal ini.

    Suka

     
  3. Elvania

    November 28, 2013 at 11:32 pm

    Mbak, ini lokasinya dimana? Bisa dijelaskan alamat lengkapnya? Atau patokan jalannya. Kebetulan gigi saya juga lg bermasalah ga sembuh2 T.T

    Suka

     
  4. nisbroth

    Desember 2, 2013 at 7:36 pm

    @elvania aduhh sorry aq lupa banget mbak, udh berapa tahun yg lalu. fyi, utk [ertimbangan beberapa tahun memang sembuh tp kemudian sakit lagi. akhirnya sih saya ke dokter gigi juga, dicabut gigi -____-

    Suka

     
  5. baginda tambunan

    April 29, 2015 at 4:46 am

    makasi infonya om…!!!!,saya uda berobat kesana. hampir 6 bulan saya rasain sakit gigi saya uda ke dokter gigi tidak kunjung sembuh…saya kesana langsung sembuh ke rumah bu Mimi di daerah Cimanggu Bharata, gang Kemboja, Bogor. belakang mall YOGYA…. ini no telpon bu mimi yang mau ke rumahnya 08788665518. salam buat bu mimi

    Suka

     
  6. nisbroth

    April 29, 2015 at 11:00 am

    @baginda: wah lengkap sm nomor tlpnya. makasih udh share 🙂

    Suka

     
  7. bagindatambunan

    Mei 5, 2015 at 8:36 am

    kebetulan ada no tlpn dikasi pulang dari rumahnya. soalnya pantangannya aku tanya klu aku mau makan takut salah makan. maklum pelupa

    Suka

     
  8. arif setiyawan

    November 7, 2015 at 2:21 am

    Nomer ibu mimi ko ga aktif ya ? Mohon infonya @bagindaw

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s