RSS

Toto, You Ruin My Day!

11 Jun

ps: Saya kasih warning sejak awal, mungkin tulisan ini bakal bikin jijik sebagian dari kalian. Kalau kalian lagi makan atau melakukan hal lain yang mungkin seketika bakal jadi ilfeel setelah membaca tulisan ini, sebaiknya segera tinggalkan. Ehhh jangan tinggalkan blog saya. Tetap di Catatan Si Nisbroth, tapi baca artikel yang lain aja maksudnya hihihihihi (ogah rugi dongs)

Bad mood bisa datang dari mana saja, dari hal-hal sederhana sekitar kita, dari hal-hal yang sebenarnya kita bersahabat dengannya setiap hari. Salah satunya toilet.

Ya, toilet adalah kawan baik setiap orang. Bagi saya sendiri, toilet tak sekedar penting untuk buang hajat dan membersihkan diri. Toilet bagi saya adalah tempat ‘sakral’ untuk saya berkhayal mencari ide atau membangkitkan mood di pagi hari.

Boleh dibilang, kamar mandi + toilet adalah one of my favourite things. Kalau sedang tidak in a rush, wuidiiiih saya bisa berlama-lama di kamar mandi. Paling sering sih sambil bersih-bersih, saya berkhayal menjadi seorang diva. Saya berimajinasi sedang di atas panggung lah, di Inul Vista lah, menyanyikan lagu di kawinan teman lah, nyanyi buat calon suami di kawinan sendiri lah. Botol shampoo saya perlakukan bak microphone. Nyanyi-nyanyi deh tuh, ealaaah pede berat! Atau kalau lagi galau-galau gimanaa gitu.. saya pernah beberapa kali nangis di kamar mandi. Sambil nangis, sambil guyur-guyur air dari shower ke muka gitu. Sok sok dramatis ala-ala film Bollywood bwahahahah..

Karena pentingnya kamar mandi, pastinya dong saya sangat memperhatikan kebersihan dan keindahannya. Saat memilih kamar kost nih ya, saya termasuk sangat perfeksionis untuk urusan kamar mandinya. Toiletnya harus bersih sih sih! Orang bilang, kalau kita ingin tahu apakah sebuah rumah memperhatikan kebersihan atau tidak, tengoklah toiletnya atau kamar mandinya. Kalau bersih, maka hampir semuanya bersih. Kalau kotor, yang lain pun tidak jauh beda. Betul itu!

Bahkan, saya sangat mempedulikan pencahayaan di kamar mandi. Kalau bisa, ketika siang ada cukup cahaya matahari masuk agar ruangan tampak benderang. Untuk pemilihan lampu aja, saya mengharuskan lampu yang putih susu. Saya paling gak suka kamar mandi yang pakai lampu warna kuning seperti kandang ayam. Remang-remang dan suram gitu kesannya. Boleh dicek deh sama ibu kost saya. Kamar mandi di kamar saya ini boleh dibilang salah satu yang paling rapi, bersih, wangi. Toiletnya pun cling cling deh pokoknya (jadi pamer sih?)

Toilet Disaster!

Ya begitulah, kalian sekarang tahu betapa berartinya kamar mandi + toilet bagi saya. Betapa bahagianya saya dengan toilet di kamar kost saya ini. Sampai suatu ketika, jeng jeeeeeng… TOILET DISASTER!!!

Jadi gini ceritanya, malam sebelumnya saya mencuci pakaian. Pulang kantor kehujanan, saya gak rela kalau pakaian saya ditunda dicuci sampai besok. Takutnya kan bau, luntur atau malah bercak-bercak cipratan membekas di pakaian saya iyuhhhh.. Langsung lah saya cuci malam itu juga. Kebiasaan saya, air cucian selalu saya buang ke toilet bermerk Toto itu. Nah, pada saat membuang air cucian ke si Toto, ternyata masih ada kaus dalam saya di ember. Begitu byuuurrr… terlambat, kaus itu sudah masuk ke mulut Toto. Oh noooo… panik, saya langsung menekan tombol flush. Ya mau diapain lagi, untuk mencomotnya pun saya jijik. Pakai apa ambilnya coba? Trus mau dikemanakan kausnya? Saya gak sudi pakai kaus yang sudah nyemplung ke lobang WC! Hiiiiiiiyyy…

Kejanggalan pun dimulai. Pastinya dong, masuknya benda asing ke lubang WC bakal bikin mampet. Nah, saya flush berkali-kali, airnya lamaa banget masuk. Sampai nyaris meluber. Tapi kemudian surut, eh tapi surutnya gak wajar. Saya flush lagi, sabar saya tungguin sampai surut, lalu diflush lagi, begitu seterusnya. Sampai akhirnya saya yakin, dia sudah normal. Hmmmm… beres pikir saya.

Esok paginya, seperti biasa saya menjalankan ‘ritual’. Awalnya si Toto kalem-kalem aja melayani tuan putrinya ini. Sampai ketika saya selesai, saya mendapatinya macet! Hah macet? Iya maceeettt!! Beneran macet? Iyaaaaa maceeettt! Aaaaaarghh.. ternyata si Toto belum sembuh!

Aduuuhh.. saya yang masih terkantuk-kantuk pagi itu seketika jadi melek dong. Panik! Ga usah saya deskripsikan detail lah ya, saya juga jijikan orangnya. Pada intinya, itu si Toto ceritanya ngadat. Sudah saya tinggal ke warung, ngepel, beres-beres kamar sampai siang, dia masih mampet. Saya hanya berani membuka sedikit tutupnya, khawatir melihat lagi penampakan ‘zonk’ tadi pagi! iyyyyhhhh najis… kalau saya lihat sedikit surut, saya flush lagi, begitu seterusnya. Mau minta tolong mas yang jaga kostan gak enak. Masalahnya ada penampakan zonk ituuu. Malu juga kan sayanya huhuhuhu..

Tak ada cara lain, saya masih berusaha dan mem-flushnya berulang kali. Sambil menunggu Toto baikan, saya juga Googling cara mengatasi WC mampet. Dari hasil pencarian, solusi paling mudah adalah menaburkan soda api ke dalamnya. Saya pun berkonsultasi dengan teman saya Haris yang kebetulan saat kejadian lagi BBM-an. Sebagai (ngakunya) pakar pertoiletan dan kerap bermain dengan soda api, dia pun menyarankan hal serupa. Tapi… soda api pun ditaburkan bukan dalam keadaan seperti si Toto sekarang inii… Haddeeeehhhh… saya frustrasi dibuatnya!

“Aduuuhh Toto… udah dong ngambeknya…” ujar saya sembari menepuk-nepuk tutup flushnya. Gara-gara Toto ngambek, saya harus baik-baikin dia, merawatnya, sampai harus membatalkan janji bertemu dengan teman. Alasannya gak banget: ‘Sorry ya batal ketemu. Gw harus ngurusin WC mampet!’ Hisssshhh… sekalian aja alih profesi jadi tukang sedot WC Nis T_T

Lebih menyedihkan lagi, dampak terbesarnya adalah terhadap psikologis saya, mood saya! Kadar keceriaan berkurang karena melewatkan ‘konser senandung fajar’ di toilet pagi itu. Saya juga gak selera makan karena gak sengaja harus ngeliat zonk. Lebih menyebalkan lagi, perut saya mulas gak karuan seharian karena ‘ritual’ pagi tidak sempurna! Semua gara-gara kamu Toto! Gara-gara kamuuuuu!! You ruin my day! *getok si Toto pake gayung*

Karena tak kunjung surut. Saya pun akhirnya mencoba mencekoki Toto dengan soda api! Dan ya ampuun… mendapatkannya pun ternyata memerlukan cukup perjuangan. Tak semua warung, Indomart atau Alfamart sekitar tempat kost menjual soda api. Di tengah siang yang terik, saya menyusuri satu per satu warung dan mini market. Belum lagi aib yang harus saya tanggung. Sepertinya soda api itu memang sudah identik dengan WC mampet ya. Jadi ketika saya bertanya: “mbak, mas, jual soda api gak?” mereka akan menjawab: “oh yang buat WC mampet ya?” arrrrrrggghhhh… seketika bayangan si Toto dengan zonk-nya membuat saya semakin geram! Yah.. gak kenapa-kenapa sih nanya, cuma karena sayanya lagi bete, jadi sensi aja mereka nanya gitu. Malu!

Akhirnya, saya menemukan juga soda api itu. Tapi bentuknya lebih modern, dikemas dalam botol, bukan kemasan plastik seperti yang saya lihat di internet. Semula agak ragu juga, mereknya Shock dengan gambar wastafel. Harganya Rp 15 ribu. Bisa buat WC gak nih? Saya baca petunjuknya, pada intinya produk itu untuk melancarkan saluran yang tersumbat. Lalu saya cek kandungannya, dicocokkan dengan hasil pencarian internet, soda kaustik. Tak ragu lagi, itu memang soda api! Yeyeyeye… saya gak perlu nanya: “jual soda api?”, karena saya menemukannya sendiri! Nah, bagaimana cara menggunakannya? Bagi kalian yang mengalami WC mampet, silakan coba cara ini.

1. Tuang soda api ke lubang WC. Baiknya sih ketika WC gak terlalu banyak air. Perhatikan, jangan sampai mengenai tangan atau anggota tubuh lainnya, karena soda api ini bahan yang keras.

2. Kemudian guyur toilet, tunggu sampai larut. Kalau masih belum lancar, lakukan langkah ini berulang kali.

3. Sabarlah, disertai usaha dan doa, yakinlah WC akan kembali lancar.

3. Bila masih tetap mampet, kalian terpaksa harus menggunakan jurus terakhir. Yaitu menggunakan penyedot WC. Seiring dengan soda api bereaksi, kalian harus memancingnya dengan penyedot WC. Untungnya sih saya gak harus pakai penyedot WC, iddiiihhhh jijaaayyy!

Seberapa banyak sodanya, bisa bervariasi. Kalau dalam kasus saya, karena si Toto masih tergenang *iiiyyyhhh* saya coba setengah botol dulu. Karena kata teman saya Haris si pakar toilet, itu sudah cukup banyak. Tapi surutnya kok lama banget yaa… Akhirnya saya biarkan dulu. Sumpah nih urusan WC aja bikin saya kepikiran, gak sabar nunggu besok tau gak. Besok paginya saya coba lagi, saya habiskan lagi yang setengahnya. Mulai agak lancar, tapi tetap aja masih lambat. Menurut analisa si pakar toilet, kaus dalam itu berada di leher toilet. Sifat soda api sendiri jika terkena air akan licin sehingga bisa memuluskan ‘jalan keluar’ si kaus dalam yang malang. Akhirnya saya beli sebotol lagi, saya tuangkan aja semua langsung. Saya guyur air banyak-banyak, saya tinggal pergi ke kantor seharian. Malamnya sepulang kantor, tarrraaaaaa! Sudah lancar!

Soda api yang ajaib!

Syukurlah, berkat soda api, Toto sembuh. Saya pun jadi tahu khasiat soda api. Mari kita berkenalan dengan si bubuk ajaib ini. Soda api yang dalam ilmu kimia disebut NaOH (natrium hidroksida) merupakan sejenis basa logam kaustik. Oleh sebab itu, beberapa orang menyebut soda api dengan nama soda kaustik. Senyawa ini terbentuk dari oksida basa natrium oksida (NaOH) yang dilarutkan dalam senyawa air.

Soda api memiliki sifat senyawa alkalin dimana fungsinya semakin kuat saat dilarutkan bersama air. Fungsi soda api cukup beragam terutama dalam dunia industri pabrikan. Manfaatnya sebagai campuran produksi kertas, tekstil, sabun, deterjen, air minum, bubur kayu serta beberapa percobaan kimia di laboratorium.

Dengan sifat-sifat kimianya, serbuk soda api yang ditaburkan ke saluran mampet dan ditambah air, akan bereaksi dengan mengeluarkan letupan kecil dan menjadi busa. Selanjutnya, soda api pun menghancurkan penyebab WC mampet. Nah, sebelumnya kan sudah disebutkan kalau soda api ini bahan keras. Selain berbahaya jika mengenai kulit, soda api juga bisa meninggalkan noda bandel pada keramik atau toilet.

Di beberapa sumber bahkan disebutkan kalau bubuk ajaib ini juga bersifat korosif terhadap jaringan tubuh, dengan potensi kerusakan pada organ pernapasan, mata, kulit, dan usus. Waduh serem ya, makanya harus ekstra hati-hati agar jangan sampai mengenai tubuh. Kalau bisa, gunakan sarung tangan dan pakailah masker.

Oh ya, kalau WC kalian masih macet meski sudah menggunakan soda api, bisa jadi bukan karena ada yang menyumbat, tetapi septic tanknya yang memang penuh. Ini mah sama aja dengan kita mengisi air dalam ember. Kalau sudah penuh, tentu ember tersebut sudah tidak bisa kita isi air lagi. Yang ada luber kemana-mana… iyyyhhhhh huekkksss! Kalau begini kasusnya, penggunaan soda api tidak efektif. Solusinya, panggil tukang sedot WC deh. Banyak kok, nomor teleponnya biasanya ditempel di tembok atau tiang listrik di seluruh Indonesia hihihihi

Begitulah kawan, semoga bermanfaat dan semoga kalian gak jijik ya πŸ˜€ Untuk Toto, maaf ya sudah menyumpalmu dengan kaus dalam… kan gak sengaja… Jangan ngambek-ngambek lagi yaaa πŸ˜‰

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2013 in FYI

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s